AI dipahami ketika dibangun.
Slira membantu sekolah menghadirkan workshop & studio pembelajaran AI yang terarah, praktis, dan bermakna—menghubungkan rasa ingin tahu siswa dengan prototipe karya nyata.
Jumlah karya merupakan target perencanaan, bukan jaminan hasil. Pelaksanaan disesuaikan dengan kesiapan peserta, durasi, perangkat, dan pendampingan.
“Bantu tim kami membuat 3 pertanyaan pemantik ide daur ulang botol plastik di sekolah...”
1. Berapa banyak botol yang dihasilkan kantin per hari?
2. Produk apa yang bisa langsung dipakai kembali oleh siswa?
3. Siapa yang bertanggung jawab mengumpulkan?
Satu Studio. Banyak Pembelajaran Nyata.
Slira AI Studio memberi siswa ruang terarah untuk bereksperimen dengan prompt dan logika, sementara fasilitator serta guru tetap memegang kendali atas batas penggunaan.
Pendampingan dan batas penggunaan dibahas sebelum kegiatan.
“Bagaimana cara membuat AI yang membantu siswa paham langkah soal cerita tanpa langsung membocorkan jawaban akhir?”
Teknologi berubah cepat.
Cara belajar juga harus berkembang.
Kami tidak mengajari siswa sekadar menekan tombol atau memakai aplikasi AI orang lain. Kami mengajak mereka berpikir bersama AI—secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Setiap pengalaman dirancang berdampingan dengan fasilitator, menggunakan batas etika yang jelas, dan diarahkan menuju karya yang dapat dipresentasikan.
BUILD
Kegiatan memberi siswa kesempatan belajar melalui perancangan dan percobaan prototipe.
THINK
AI bukan mesin penyedia jawaban instan. Siswa melatih kemampuan bertanya, mengevaluasi fakta, dan memperbaiki instruksi.
SHARE
Setiap regu mengubah proses eksperimen menjadi narasi presentasi agar guru dan sekolah melihat perkembangan cara berpikir mereka.
Bukan Sekadar Pengalaman Memakai AI.
Setiap program diarahkan pada perubahan nyata yang dapat diamati—dari cara siswa merumuskan pertanyaan hingga keberanian mereka menjelaskan karya.
Mengurai Masalah & Evaluasi Kritis
Siswa belajar bertanya, menilai, dan memeriksa jawaban AI.
AI tidak diperlakukan sebagai mesin penyedia jawaban instant, melainkan sebagai kawan diskusi. Siswa diajar mengecek halusinasi informasi, memvalidasi sumber daya, dan menyusun pertanyaan bergradasi.
Karya Sederhana Yang Dapat Dilihat & Dicoba
Setiap tim diarahkan untuk mengembangkan ide menjadi prototipe awal.
Dalam program sehari, tim diarahkan untuk membuat prototipe awal, misalnya aplikasi web sederhana, bot edukasi, atau panduan interaktif. Bentuk dan penyelesaiannya mengikuti kesiapan peserta, perangkat, dan waktu yang tersedia.
Pembagian Peran & Keputusan Bersama
Siswa berkolaborasi, berdebat sehat, dan merevisi ide bersama.
Kegiatan dirancang beregu (3–4 siswa). Setiap siswa memegang peran: perumus masalah, desainer instruksi prompt, verifikator etika, dan presenter karya.
Presentasi & Refleksi Pembelajaran
Proses dan hasil ditunjukkan agar guru & sekolah melihat kemajuan.
Siswa tidak hanya menyerahkan tugas, tetapi menceritakan perjalanan belajar: apa kendalanya, bagaimana AI membantu, dan apa pelajaran etis yang mereka dapatkan.
Format Fleksibel Sesuai Kesiapan Sekolah.
Program dapat dilaksanakan mandiri untuk 1 sekolah, gabungan beberapa sekolah di wilayah yang sama, atau berkolaborasi dengan mitra sponsor CSR.
AI Discovery Day
Pengalaman komprehensif di mana tim siswa menemukan masalah nyata di lingkungan sekolah, merancang ide, menguji AI, dan menyajikan karya.
Apa Yang Diterima Sekolah & Siswa:
Simulasi Pelaksanaan
Geser jumlah peserta untuk melihat estimasi rasio kelompok & kebutuhan fasilitator.
Perhitungan memakai rasio umum. Jumlah fasilitator dan target karya final dikonfirmasi setelah pembahasan program serta disesuaikan dengan kesiapan peserta, durasi, perangkat, dan pendampingan.
Belajar dengan Pendampingan. Terarah Untuk Belajar.
Praktik Penggunaan
Peserta diarahkan untuk tidak memasukkan data pribadi sensitif dan meninjau keluaran AI bersama pendamping. Layanan serta pengaturan akses dibahas sebelum kegiatan.
Guru Tetap Memegang Peran
Teknologi hadir untuk memperkuat peran guru dan pendamping kelas, bukan menggantikannya.
Kemajuan Teramati
Proses dan hasil karya kelompok dapat dibahas menggunakan catatan pengamatan dan kriteria yang disepakati.
Satu Program Dapat Membuka Akses Bagi Banyak Sekolah.
Bantu membuka akses pembelajaran teknologi bagi generasi muda melalui program yang terstruktur—tanpa membebani sekolah menanggung seluruh biaya operasional.
Paket 5 Sekolah Mitra
Pelatihan AI Discovery Day untuk 250 siswa & 20 guru pendamping.
Paket Regional Kota / Kabupaten
Workshop gabungan 15 sekolah di wilayah berkembang + fasilitator lokal.
Skala pelaksanaan mengikuti kesiapan mitra dan kapasitas tim.
Sebelum Sekolah Memulai.
Kami menyesuaikan program dengan kesiapan sekolah, jenjang siswa, dan tujuan pembelajaran—bukan memaksakan satu format untuk semua.
Ceritakan kebutuhan & tujuan sekolah Anda.
Tim Slira akan membantu merancang skema workshop yang paling tepat dan realistis untuk sekolah Anda.